Title: Anak adalah Amanah dari Allah SWT (1) From: Nies Date: Sun Nov 12 BISMILLAAHIRROHMAANIRROHIIM Assalamu'alaikum wa rohmatullaahi wa barokaatuh, Anak adalah idaman setiap insan. Bersama kelahiran seorang anak, terpancar pula cahaya harapan ayah dan bundanya untuk melihat dan menjadikan anak mereka seorang yang sempurna dan berguna bagi agama dan masyarakat. Anak yang dididik dengan baik berdasarkan nilai- nilai Islam, bukan saja akan menjadi kebanggaan ibu dan bapaknya, tapi bahkan akan memberi keuntungan kepada Islam dengan bertambahnya jumlah umat yang berjuang menegakkan kebenaran dan menyebarkannya. Karena itulah Rasulullah SAW selalu menasihati pemuda-pemuda yang akan mendirikan rumah tangga supaya memilih calon isteri yang bersifat pengasih dan berasal dari keturunan yang banyak anak. Selain itu, anak-anak yang sholeh akan dapat memberikan syafa'at untuk membebaskan ibubapanya dari api neraka; baik ketika ia masih kecil atau sudah dewasa setelah kedua ibu bapaknya meninggal. Dari Abu Said al-Khudri r.a. bahwa Rasulullah SAW bersabda kepada wanita-wanita : "Tidak ada salah seorang daripada kalian yang anak kecilnya meninggal dunia sebanyak tiga orang melainkan mereka itu akan menjadi batas pemisah kalian dari api neraka." Dan dalam hadits lain yang diriwayatkan oleh Muslim melalui Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah SAW telah bersabda :"Apabila seorang manusia meninggal dunia, maka terputuslah segala amalannya kecuali tiga perkara, yaitu sedekah jariah atau ilmu yang dimanfaatkan atau anak yang sholih yang berdoa untuknya." Demikianlah pentingnya anak. Sebab itu ia dianggap sebagai suatu amanah suc yang diwasiatkan oleh Allah SWT kepada ibu-bapa supaya menjaga dan mendidiknya sehingga ia dewasa dalam keadaannya yang fithrah sebagaimana ia dilahirkan. Rasulullah SAW bersabda : "Semua anak-anak dilahirkan dalam keadaan fithrah, bersih dan tidak menyekutukan Allah. Maka kedua ibu bapaknyalah yang menjadikannya Yahudi atau Nasrani atau Majusi." Ibu dan bapak mempunyai kewajiban untuk menjaga amanah suci itu dari dihinggapi oleh pengaruh-pengaruh yang bisa mencemarkan kesucian fithrahnya dan mendidik mereka dengan didikan Islam yang benar. Mendidik anak bukanlah kerja sambilan yang bisa dilakukan sebagai kerja perintang waktu di masa-masa senggang. Ia juga tidak boleh diserahkan sepenuhnya kepada orang lain dengan alasan ada kerja di luar rumah. Sebaliknya, pendidikan anak merupakan tugas yang pertama dan utama, karena mereka adalah penerus generasi dan calon-calon pejuang Islam di masa depan. Kesungguhan ibu dan bapak dalam melaksanakan tugas mendidik dan mempersiapkan anak-anak mereka merupakan suatu ibadah yang sangat mulia kepada Allah SWT dan InsyaAllah merupakan tindakan penyelamatan sang anak dari siksa api neraka nantinya. Firman Allah SWT :"Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu daripada api neraka yang bahan bakarnya dari manusia dan batu." (At-Tahrim :6) Jadi, untuk menjaga anak-anak daripada api neraka tentulah dengan memberikan asuhan yang betul, mendidiknya dengan akhlaq Al Qur'an dan membiasakan mereka patuh kepada ajaran-ajarannya. Wallahu a'lam bishowab. (insyaAllah bersambung) ----------------------- Wassalamu'alaikum wa rohmatullaahi wa barokaatuh, ukhtukum fillah. (disarikan dari nasihat Ustadzah Maznah Daud, Malaysia) Title: Anak adalah Amanah dari Allah SWT (2) From: Nies Date: Thu Nov 16 BISMILLAAHIRROHMAANIRROHIIM Assalamu'alaikum wa rohmatullaahi wa barokaatuh, Rasulullah SAW bersabda :"Semua kamu mempunyai tanggung jawab dan semua kamu akan ditanya mengenai apa yang dipertanggungjawabkan ke atasnya. Ketua mempunyai tanggung jawab dan ia akan ditanya tentang apa yang dipimpinnya. Seorang lelaki bertanggungjawab ke atas anggota keluarganya dan ia akan ditanya tentangnya. Seorang isteri bertanggung- jawab ke atas rumah suaminya dan anaknya, dan ia akan ditanya tentang- nya. Seorang hamba bertanggungjawab ke atas harta tuannya dan ia akan ditanya tentangnya. Sesungguhnya, semua kamu adalah pemimpin dan semua kamu akan ditanya mengenai kepemimpinannya." (Riwayat Bukhari dari Abu ralat, dari Ibnu Umar) Hadits tersebut mengupas setiap peranan yang harus dimainkan oleh setiap anggota dalam masyarakat, dimulai dari masyarakat kecil dalam sebuah rumah tangga sampai kepada masyarakat besar dalam negara. Setiap oarng mempunyai peranan yang tersendiri dan bertanggungjawab penuh terhadap apa yang dilaksanakannya. Demikian juga setiap orang tua, mempunyai peranan dan tanggungjawab penuh atas pendidikan anak-anaknya, sehingga mereka bisa dipersiapkan menjadi calon penegak Islam yang tangguh nantinya, calon jundullah di masa depan. Bagaimanakah corak pendidikan yang dikehendaki oleh Islam untuk mempersiapkan mereka itu ? Pendidikan yang dikehendaki oleh Islam tidaklah hanya menjaga pertumbuhan badan dengan makanan bergizi atau mempercantik rupa diri dengan pakaian yang indah dan bersih. Islam memang senantiasa mendorong hal-hal seperti itu, tetapi Islam tidak pula berhenti di situ saja. Sebaliknya, Islam mendorong lebih jauh lagi dengan menitikberatkan pendidikan akhlaq yang baik, pembentukan jiwa murni yang mendorong rasa cinta kepada Allah, taqwa serta patuh kepada ajaran-Nya. Islam telah mengatur cara pendidikan bermula dari hari pertama kanak-kanak dilahirkan, yaitu dengan mengalunkan adzan di telinga kanan dan qamat di telinga kirinya. Diharapkan, kalimat-kalimat yang mulia ini menjadi kalimat pertama yang menyentuh telinganya, kalimat yang menggambarkan Keesaan dan Kebesaran Allah SWT. Mudah-mudahan getaran suara adzan yang suci itu akan terkesan di dalam hatinya sekalipun ia tidak menyadarinya. Biarlah kehadirannya di dunia dialu-alukan dengan kalimah syahadah sebagai- mana kepergiannya kelak ketika hampir meninggal dunia ditalqinkan dengan kalimah yang sama. Di samping itu, adzan bertujuan menghalau syaitan yang memang selalu siap sedia mengintai peluang untuk menjadi teman kanak-kanak itu, serta menyeretnya ke lembah kesesatan. Dalam peningkatan usia kanak-kanak seterusnya, haruslah diberikan kepada mereka gambaran yang benar tentang hakikat sebenarnya hidup ini. Jelaskan apakah tugas utama yang wajib dilaksanakan selama di dunia dan apakah hubungan dirinya dengan alam dan dengan Allah, Pencipta, Pemberi rezki dan Pentadbir alam ini seluruhnya termasuk dirinya sendiri. Tanamkan ke dalam jiwa mereka benih cinta kebaikan dan benci kejahatan. Galakkan atau dorong mereka untuk melakukan yang baik, meninggalkan yang buruk. Suruhlah anak-anak menunaikan sholat dengan sempurna sebagaimana sabda Rasulullah SAW :"Perintahkanlah anak-anakmu menunaikan sholat ketika mereka berusia tujuh tahun dan pukullah (kalau mereka enggan mengerjakannya) bila usianya meningkat sepuluh tahun, dan pisahkanlah tempat tidur mereka." (Riwayat Imam Ahmad dan Abu Daud) Mereka juga mesti dilatih membiasakan diri memberi sedekah dan membelanjakan harta pada jalan Allah. Untuk itu, pemberian uang bulanan kepada anak-anak boleh saja dilakukan tapi dengan mendorong mereka untuk selalu bersedekah dan berbuat kebajikan dengan uangnya itu dan bukannya semata-mata menggalakkannya untuk menyimpan atau mengumpulkan uangnya di dalam tabungan. Keberhasilan semua itu juga tergantung pada suasana yang terdapat di dalam rumah itu sendiri. Jadi, setiap anggota dalam rumah mestilah berusaha dengan sungguh-sungguh memelihara dan mewujudkan suasana Islami yang sejati sesuai dengan pendidikan yang akan diterapkan ke dalam jiwa anak-anak. Dan yang tak kalah pentingnya, ibu bapak haruslah membentuk diri mereka terlebih dahulu sebagai model yang akan dicontoh/diteladani oleh anak-anaknya, karena bagi anak-anak, yang baik menurut mereka adalah apa yang diperbuat oleh ibubapanya dan yang buruk ialah apa yang diting- galkan oleh kedua-duanya. Wallahu a'lam bishowab. Semoga bermanfaat bagi kita semua. Amiin yaa Robbal'aalamiin. Wassalamu'alaikum wa rohmatullaahi wa barokaatuh, ukhtukum fillah. (dipetik dari nasihat ustadzah Maznah Daud, Malaysia)